RADIO SAMHAN PT RADIO SABANA SAMHAN Moto: murah hati,murah senyum dan tidak sombong

BANDUNG,  — Masjid Al-Irsyad yang berlokasi di dalam kompleks Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,

pernah meraih predikat sebagai salah satu rumah ibadah terindah oleh National Frame Building Association.

Masjid kubus dengan dinding berhias kaligrafi ayat suci Al Quran itu masuk dalam lima besar kategori "Building of The Year" pada tahun 2010.

Siapa arsitek di balik kesuksesan masjid itu? Tidak lain tidak bukan adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Masjid ini merupakan hasil karya rancangan Ridwan Kamil sebelum dia menjadi orang nomor satu di Kota Bandung. Meski sudah menjadi wali kota, pria yang kerap disapa Emil itu tidak berhenti berkarya untuk menghasilkan bangunan-bangunan spektakuler.

Rancangan paling baru dan akan segera dibangun adalah Masjid Kepolisian Daerah Jawa Barat.

"Saya didatangi tim dari Polda Jabar terkait ada rencana pembangunan masjid di Mapolda Jabar, yang ada sekarang kurang mencukupi. Kalau ada yang minta desain masjid, saya selalu jawab siap karena itu adalah wasiat dari bapak saya," ungkap Emil beberapa waktu lalu.

Dari belasan masjid yang pernah didesainnya, masjid Mapolda Jawa Barat ini disebut Emil sebagai masjid paling unik yang pernah dirancangnya, bahkan jika dibandingkan dengan masjid kubus Al Irsyad . Jika dilihat dari jauh, tutup masjid seluas 3.000 meter persegi ini tidak seperti kubah seperti masjid kebanyakan, tetapi terlihat seperti topi.

"Dalam Al Quran, masjid tidak harus berkubah. Al Quran tidak menyebutkan bentuk masjid, maka kubah tidak identik dengan Islam," ujarnya.

Masjid ini akan dibuat dua lantai. Lantai bawah untuk wudu dan aula, sementara lantai atas digunakan untuk shalat berjemaah dengan daya tampung 2.000 orang. Atap dan dinding masjid dibuat berselimut kaligrafi ayat-ayat Al Quran dengan bentuk yang cukup unik.

"Konsepnya adalah matematika arsitektur. Banyak kutipan kitab-kitab Al Quran di kulit bangunannya. Ada kaligrafi yang menceritakan kekuasaan Allah," ujarnya.

Air memang menjadi salah satu unsur yang dimasukkan oleh Emil dalam desain masjid ini. Dia pun membuat kolam mengelilingi masjid sehingga, jika dilihat dari jauh, masjid ini terlihat seperti mengambang di atas air.

"Seolah-olah terapung di atas kolam. Jadi, kolamnya ada unsur keindahan dan ada unsur mekanikal," tuturnya.

Selain itu, masjid ini dipastikan memiliki hawa sejuk meski tidak menggunakan pendingin ruangan. Pasalnya, selain atapnya dibuat tinggi dan dindingnya dibuat tanpa penghalang, kolam air di sekeliling masjid memiliki manfaat lainnya sebagai penyejuk suasana.

"Kolamnya kalau kena angin jadi AC alam dan enggak perlu pakai pendingin ruangan. Airnya bisa di-recycle untuk menyiram tanaman. Jadi, air wudu enggak hilang, semua rahmatan lil alamin," ujarnya.

Dengan luas halaman mencapai 15.000 meter persegi sebagai taman, Emil optimistis masjid ini bakal menjadi salah satu kunjungan wisata religi di Bandung.

"Ciri-ciri bangunan sukses itu kalau banyak orang selfie dan foto-foto," ujarnya.